Mudik ke Karanganyar, Cukup Lapor via Aplikasi
Mudik ke Karanganyar, Cukup Lapor via Aplikasi

Tidak adanya larangan tegas dari pemerintah pusat membuat pemerintah daerah harus segera mempersiapkan strategi untuk melindungi warganya dari paparan virus corona yang mungkin saja dibawa pemudik.

Berbagai upaya telah dilakukan, seperti pendataan pemudik di setiap pintu masuk daerah menggunakan kertas formulir (offline) yang isiannya terbatas. Atau menunggu ada warga lapor ke RT, RW, kepala desa, dan puskesmas, baru dilaporkan ke kabupaten.

Akibatnya, laporan yang dijadikan dasar dalam mengambil kebijakan oleh pemerintah daerah menjadi terhambat (tidak real time) dan masyarakat tidak segera menemukan solusi atas kondisi terbaru yang mereka hadapi dengan datangnya para pemudik.

Melihat sensor pemerintah di berbagai daerah yang masih minim mendorong Pemkab Karanganyar mengambil langkah cepat dan tepat untuk menghadapi lonjakan pemudik yang datang ke kabupaten tersebut. Salah satunya dengan meluncurkan sebuah aplikasi pendataan pemudik berbasis website yang dapat diakses petugas maupun pemudik. Aplikasi menyatu dengan website resmi penanggulangan corona, mudik.karanganyarkab.go.id.

Menurut Direktur Utama PT Kusuma Kreasi Utama (KKU) Fermy Ferdianto, selalu penggagas, aplikasi membantu pemerintah dalam mendata pemudik, mengganti pemakaian formulir kertas menjadi formulir online sehingga bisa mengetahui dengan cepat penduduk di perantauan yang pulang ke kampung. "Dengan demikian mempermudah dan mempercepat analisa data sebagai dasar pengambilan keputusan," kata Fermi dalam rilis yang dibagikan ke sejumlah media.

Sementara itu di sela peluncuran di Pendopo Rumah Dinas, Selasa (7/4), Pemkab Karanganyar mengapresiasi kehadiran aplikasi pendataan pemudik  itu. Bupati Juliyatmono bersama wakilnya Rober Christanto, meminta jajaran pemerintahan, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, dan Satpol PP menggunakan aplikasi itu. Aplikasi juga disebar luas hingga ke kelurahan, desa, RW dan RT.

"Kami me-launching aplikasi mudik ini supaya camat meneruskan kepada kades, lurah dan disampaikan kepada RW dan RT. Dan yang belum terdata, pemudik bisa mengakses," kata bupati.

 

Sumber :

https://www.suaramerdeka.com/regional/solo/225136-mudik-ke-karanganyar-cukup-lapor-via-aplikasi

Share
Komentar